Most Read

Beberapa hari terakhir saya sedikit bisa dikatakan terisolasi oleh kawasan yang berada di pedalaman, jauh dari keramaian, jauh dari hiruk pikuk kota. Disini saya mulai berfikir, disini saya mulai bingung (lagi), karena saya pernah bingung dengan hal satu ini. Tepatnya waktu bulan maret kemarin. Satu kalimat dari anggota DPR RI ketika itu terucap, "tentukan dulu, Indonesia ini mau ikut yang kanan atau yang kiri?". Nah, dari situ, saya bingung. Memang Indonesia belum jelas kan? Mau kanan apa mau kiri coba? Mau ikut china atau mau ikut amerika? Ini dalam hal birokrasi pastinya, bukan masalah ekonomi. Kalau amerika sudah jelas kan, dengan liberalnya, kalau china sudah jelas juga dengan sosialismenya. Ya kan? Kalau Indonesia apa? Demokrasi kah? Atau feodalisme kah? Atau mungkin komunisme kah?



Saya rasa pembahasan ini sangat sulit untuk ditemukan sebuah titik temu yang jelas. Karena bila melihat aliran kanan dan kiri ini keduanya mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing pastinya. Tapi, ada baiknya bila secepatnya Indonesia mengambil sikap yang bijak pula. Ambil aliran kanan atau mau ambil aliran kiri. Hal ini kelihatan memang bukanlah sebuah masalah besar seperti pertentangan Hobbes dan Locke tentang adanya negara dan tidak adanya negara, atau pertentangan Marxisme denga Liberalisme. Namun, selama hal ini tidak cepat diambil, selama itu pula posisi Indonesia akan terkatung-katung berada di tengah-tengah. Hal ini membawa dampak besar pada arah kebijakan negeri ini tentunya. Mau dibawa kemana kebijakan pemerintah Indonesia juga akhirnya tidak jelas. Ya, saya sendiri tidak begitu kaget juga bila ketika kebijakan kenaikan BBM begitu banyak yang menentang dan juga banyak yang setuju. Karena memang arah kebijakan ini belum ada kejelasan kan? Mungkin saja kan uang subsidi BBM itu di korupsi dan atau digunakan untuk hal-hal lain yang kurang bermanfaat untuk Indonesia sendiri.



Ya, mungkin ada benarnya juga kalimat dari salah satu anggota DPR RI itu, tentukan dulu, Indonesia mau ikut kanan atau kiri. Barulah, kebijakan yang baik dan benar menurut birokrasi negeri ini akan dapat di capai.

*Gambar: Google



Oleh
_____________________________________________________________________
Adhitya Tri Arifianto
Administrasi Negara - Universitas Jember
Twitter @AdhityaTri20

{ 2 comments... read them below or Comment }

  1. sedikit bertanya, jika indonesia menggunakan asas demokrasinya dan lebih meingkatkan hal itu apakah bisa atau tidak?
    kalau kita memang bisa ya kenapa kita ndak nuoba buat ningkatin itu, terkait tentang kenaikan BBM baik itu di korupsi atau tidak uangnya tapi secara relita sekarang BBM memang naik dan itu yang harus terjadi.

    ReplyDelete
  2. Hal itu mungkin saja menurut mimin, bergantung kesepakatan nasional. Dan BBM juga harus tetep naik supaya tanggungan negara tidak lebih parah. Ya semua tahu hal ini lah. Memang susah, karena permasalahan di Indonesia sudah terlalu akut dan banyak. Tapi semu bergantung disini :D

    ReplyDelete

Berilah komentar yang menunjukkan kamu adalah orang yang berpendidikan ya, jangan segan untuk berkomentar.

- Copyright © Mahasiswa Banyuwangi - Dari mahasiswa untuk Banyuwangi yang lebih baik -
This site is best viewed using lastest versions of Chrome.
Supported by Pilar Media