- Back to Home »
- mahasiswa , opini »
- Waktunya Mencari Ilmu, Bukan Mencari Uang
Saya cukup pusing melihat hiruk pikuk kehidupan kota ini. Kota kecil dengan kegiatan yang begitu ramai dan padat setiap harinya. Tidak luput dari polusi, tidak luput dari permasalah lainnya juga. Saya sempatkan pikiran ini berhinggap sebentar di anak-anak pengamen dan pengemis. Rasanya itu nyesek lihat mereka, tapi nyesek pun tidak cukup. Toh, saya hanyalah mahasiswa yang uang jajan saja masih minta sama orang tua. Malah saya merasa minder juga kalau melihat mereka itu. Mereka masih kecil, sudah mencari uang, saya sendiri malah enak-enakan habisin uang dengan nyaman. Duhhh....
Ya sudahlah, mau mereka mencari, mau saya menghabiskan, itu memang sudah jalannya. Yang ada difikiran saya, kapan pemerintah ini peduli sama mereka. Anak-anak kecil ini belum waktunya kan buat cari uang? Mereka itu masih waktunya cari ilmu, waktunya belajar, waktunya sekolah. Tapi mereka malah cari penghasilan hanya untuk sekedar sesuap nasi saja. Sedangkan pemerintah malah enak-enakan menghabiskan uang rakyat. Ya kan? Pemerintah ini memang "gak peka" atau memang "gak tau". Tapi masak sih gak tau? Memangnya hanya satu anak kecil saja apa yang mengamen, mengemis? Banyak sekali padahal, ya kan? Entahlah sampai kapan pemerintah kita ini akan memberikan perhatian lebih sama anak-anak yang kurang beruntung ini. Semoga saja ada keberuntungan yang menghinggapi mereka nanti.
Ya sudahlah, mau mereka mencari, mau saya menghabiskan, itu memang sudah jalannya. Yang ada difikiran saya, kapan pemerintah ini peduli sama mereka. Anak-anak kecil ini belum waktunya kan buat cari uang? Mereka itu masih waktunya cari ilmu, waktunya belajar, waktunya sekolah. Tapi mereka malah cari penghasilan hanya untuk sekedar sesuap nasi saja. Sedangkan pemerintah malah enak-enakan menghabiskan uang rakyat. Ya kan? Pemerintah ini memang "gak peka" atau memang "gak tau". Tapi masak sih gak tau? Memangnya hanya satu anak kecil saja apa yang mengamen, mengemis? Banyak sekali padahal, ya kan? Entahlah sampai kapan pemerintah kita ini akan memberikan perhatian lebih sama anak-anak yang kurang beruntung ini. Semoga saja ada keberuntungan yang menghinggapi mereka nanti.
Kalau anak-anak kecil seperti mereka saja waktunya mencari ilmu malah mencari uang, bagaimana bisa menjadi agen perubahan? Apa yang mau dirubah kalau mereka saja masih sulit untuk setidaknya makan sesuap nasi saja? Ya kan?
Saya rasa, sangat-sangat sulit mewujudkan wacana bahwa anak adalah agen perubahan. Perhatian lebih dari sosok pemerintah yang bertanggung jawab, yang setidaknya lebih peduli terhadap nasib mereka sangatlah dibutuhkan.
Saya sangat setuju, apabila anak-anak dijadikan sebagai agen perubahan. Tapi kalau melihat realita yang ada saat ini. Apakah iya nantinya bisa menjadi sebuah agen perubahan kalau mereka saja sangat tidak diperhatikan? Sulit. Tapi satu kata "sulit" itu bukan berarti tidak mungkin. Hanya saja, perlu adanya perbaikan hingga perhatian juga dari pemerintah untuk bekerja sama dengan orang tua anak-anak ini. Terima kasih
Oleh





